Subfiksi V1.3

Subfiksi Prototype

Pernyataan Konsep

Subfiksi pada dasarnya adalah sebuah workshop kreatif independen yang bergerak di persimpangan antara desain grafis, narasi/literasi, dan teknologi digital. Lebih dari sekadar penyedia jasa desain, Subfiksi memposisikan dirinya sebagai ruang eksplorasi estetika, analitis, dan filosofis yang menjual identitas serta gagasan. 

Berangkat dari prinsip tersebut, Subfiksi lahir dengan komitmen anti-piracy design yang ketat. Sebagai desainer visual, aku memegang teguh komitmen untuk tidak menggunakan aplikasi bajakan sama sekali dalam proses penciptaan karya. Oleh karena itu, langkah pertama dalam merajut identitas visual ini dimulai murni dengan menggunakan perangkat lunak open-source, yaitu Inkscape.

Eksperimen awal dengan Inkscape ini ternyata memberikan hasil yang memuaskan. Namun, untuk mengubah ritme kecepatan produksi dan mendapatkan akses ke database resource desain yang jauh lebih melimpah, Subfiksi akhirnya memutuskan untuk berlangganan Canva. Keputusan ini membuat proses eksplorasi visual menjadi jauh lebih cepat dan dinamis. Sampai pada akhirnya, cita-cita awal Subfiksi agar tidak terikat pada satu aplikasi tertentu bisa benar-benar terwujud. Perlahan tapi pasti, Subfiksi mulai memperluas medium kreasinya dengan menggunakan Affinity, GIMP, Artcraft, hingga meracik desain menggunakan PowerPoint.

Melalui pameran Subfiksi Prototype di galeri Arte ini, mari melihat rekam jejak historis dari awal mula berdirinya creative lab ini. Di sini akan terlihat gaya-gaya desain era awal Subfiksi, proses pencarian bentuk, hingga arsip konsep-konsep logo yang pada akhirnya tertolak. Karya-karya yang tertolak ini bukanlah sebuah kegagalan, melainkan bagian dari proses penempaan desain yang organik.

Meskipun karya-karya dalam galeri ini merupakan bentuk purwarupa, DNA visual Subfiksi sudah mulai tertanam kuat. Di sini sudah mulai terlihat kemunculan warna Suboren (Jingga Subfiksi) yang melambangkan bara api, energi kreatif, dan proses peleburan. Bersamaan dengan itu, hadir pula warna Fiksiblu (Biru Subfiksi) yang merepresentasikan stabilitas teknologi dan presisi logika. Kedua warna inilah yang kelak menjadi palet utama dari seluruh ekosistem desain Subfiksi.

Pada akhirnya, seluruh perjalanan eksplorasi perangkat lunak dan purwarupa di galeri ini merangkum satu pesan penting: bahwa desain yang bagus tidaklah terikat pada alat apa yang digunakan, melainkan pada harmoni komposisi dan kuatnya gagasan yang ada di baliknya.