Pernyataan Konsep
Kedai Boho lahir dari gagasan tentang romantisme dan hiruk-pikuk Batavia kuno. Tempat ini diposisikan bukan sekadar sebagai kedai makan biasa, melainkan sebuah titik lebur tempat budaya Tionghoa, Arab, Eropa, dan Nusantara beradu padu dalam satu harmoni. Sebagai bagian dari ruang eksplorasi estetika, analitis, dan filosofis Subfiksi yang bergerak di persimpangan desain grafis dan narasi, identitas visual Kedai Boho dirancang untuk merekam jejak kekayaan sejarah akulturasi tersebut.
Pada desain purwarupa menu, elemen visualnya sangat kental dengan nuansa percampuran budaya. Latar belakang desain menggunakan ornamen motif tegel kunci atau ubin klasik, sebuah detail arsitektur yang identik dengan bangunan kolonial Eropa dan rumah saudagar Peranakan di masa lampau. Penggunaan tipografi serif klasik pada tajuk "KEDAI BOHO" turut memberikan sentuhan warisan masa lalu dan keanggunan era kolonial.
Di balik tema klasik tersebut, DNA visual Subfiksi tetap disematkan dengan presisi. Perpaduan warna biru tua dan oranye pada desain menciptakan kontras komplementer yang sangat efektif. Warna Fiksiblu (biru tua) diaplikasikan sebagai kanvas utama yang menyuntikkan karakter stabilitas dan presisi, layaknya keindahan porselen Tiongkok purba. Di sisi lain, warna Suboren (oranye) mencuat lewat elemen fotografi makanan, memberikan kehangatan visual yang mengingatkan pada warna-warni rempah Nusantara dan Arab, sekaligus merepresentasikan bara api dan energi kreatif.
Kurasi hidangan yang tertera juga memperkuat narasi Batavia kuno ini. Dalam susunan menu tersebut, tersaji sebuah persimpangan rasa: mulai dari pilihan burger yang mewakili selera Eropa, Nasi Campur dan Nasi Rawon sebagai akar Nusantara yang kuat, hidangan berbasis kari yang mewakili kultur Peranakan, hingga sajian teh rempah yang kental dengan pengaruh Timur dan Arab.
Desain Kedai Boho ini pada akhirnya membuktikan bahwa sebuah buku menu tidak hanya berfungsi sebagai daftar makanan, melainkan medium narasi visual yang utuh. Sebuah kanvas di mana sejarah Batavia yang beragam dan kaya bisa dirasakan oleh mata bahkan sebelum hidangannya tersaji di atas meja.